KONFIGURASI WIRELESS INTERFACE MIKROTIK ROUTERBOARD

  PENULIS: PRIANAUVAL AMANULLAH

1. Konsep jaringan tanpa kabel.

 Jaringan nirkabel adalah teknologi yang dapat menghubungkan dua atau lebih perangkat untuk berkomunikasi tanpa harus menggunakan kabel dalam transmisi data. Artinya, dengan menggunakan jaringan nirkabel kita bisa saling terhubung meski jauh dari router. Jaringan nirkabel (wireless) menggunakan gelombang elektromagnetik seperti mikro, radio, hingga infrared untuk proses pengiriman data antarperangkat. Selain itu, jarak yang bisa dijangkau menggunakan jaringan nirkabel pun beragam, ada yang hanya dalam jangkauan jarak dekat, dan ada juga yang jarak jauh.

2. Jenis-jenis standar/prokol/teknologi jaringan tanpa kabel.

 - WLAN

Wireless Local Area Network memungkinkan dapat menghubungkan dua atau lebih perangkat untuk saling bertukar data dan informasi. WLAN menyediakan koneksi melalui access point untuk jaringan internet yang lebih luas. Biasanya, WLAN dipakai pada tempat-tempat yang wilayahnya kecil, seperti perkantoran, sekolahan, bandara, perpustakaan, dan sebagainya.

-WMAN

 Wireless Metropolitan Area Network dapat saling menghubungkan di beberapa titik pada wilayah metropolitan. Contohnya adalah gedung perkantoran A dengan gedung perkantoran B, atau bisa juga jaringan ini dapat menjangkau satu kota sekaligus.

-WWAN

 Wireless Wide Area Network dapat digunakan oleh pengguna terkoneksi ke jaringan pribadi atau publik dari arak jauh. Jangkauannya sangat luas hingga satu negara, karena menggunakan sistem satelit. Contohnya adalah 2G, 3G, dan sebagainya.

-WPAN

 Sedangkan Wireless Personal Area Network adalah jaringan nirkabel yang jangkauannya paling kecil karena bersifat mendadak. Adapaun jarak yang dapat diangkau dengan WPAN adalah sepuluh meter. Contoh jaringan WPAN adalah bluetooth yang tersemat di smartphone, laptop, tablet, dan yang lainnya.

3. Mode-mode wireles interface mikrotik.

-Mode Aligment Only

 Biasa digunakan untuk membantu pada saat pointing dengan indikator beeper/buzzer pada RouterBoard. Contohnya, bisa ditambahkan sebuah script dimana pada saat mendapat sinyal bagus maka beeper akan berbunyi.

-Mode Ap-Bridge

 Mode ini menjadikan interface wireless sebagai access point dengan banyak client. Mode ini biasa digunakan untuk koneksi wireless PTMP (Point To Multipoint). Mode ini bisa dikombinasikan dengan setting Routing maupun Bridging. Untuk menggunakan mode ap-bridge ini routerboard minimal harus memiliki lisensi level 4.

-Mode Bridge

 Mode ini juga menfungsikan wireless mikrotik sebagai access point, akan tetapi hanay bisa menghandle/terkoneksi dengan 1 client, cocok untuk koneksi wireless PTP (Point To Point). Untuk menggunakan mode ini, routerboard cukup memiliki lisensi level 3. Misalnya produk SXT-5HnD, yang memiliki lisensi level 3. Kita bisa membuat koneksi point-to-point dengan 2 buah SXT-5HnD. Mode ini juga bisa dikombinasikan dengan setting Routing maupun Bridging.

-Mode Station

 Mode Station, untuk memfungsikan wireless sebagai wireless client pada topologi PTP maupun PTMP. Mode station ini hanya bisa digunakan untuk membentuk jaringan yang sifatnya routing, bukan bridge network. Mode ini merupakan mode yg paling efisien jika pada sisi wireless client/station tidak membutuhkan bridging. Nah jika anda membutuhkan setting bridging, mode selanjutnya mungkin akan jadi alternatif yang menarik.

-Mode Station WDS

 Mode Station-wds , untuk memfungsikan wireless sebagai client dari sebuah akses point yang mengaktifkan protocol WDS. Kekurangan dr protocol WDS sendiri adalah terjadinya penurunan throughput wireless hingga 50%. Perlu diketahui, WDS pada sebuah vendor belum tentu compatible dengan WDS dari vendor lain. Begitu juga dengan WDS pada Mikrotik.

-Mode Station Bridge

 Selain menggunakan WDS, sebagai alternatif bisa juga menggunakan mode Station-bridge. Mode Station-bridge ini digunakan untuk memfungsikan wireless interface menjadi Client dan support untuk bridge network, akan tetapi mode Station-Bridge hanya compatible dengan perangkat Akses Point Mikrotik saja. Lantas bagaimana jika AP tidak menggunakan Mikrotik? Mode-mode berikutnya bisa menjadi solusi.

-Mode Station-Pseudobridge

 Merupakan pengembangan dari mode=station standard. Sama-sama menjadikan wireless sebagai Client, jika pada mode=station tidak support untuk bridging, pada mode Station-pseudobridge support untuk membangun bridge network. Dalam penggunaan mode ini terdapat konsekuensi, dimana untuk bridging layer-2 nya tidak bisa dilakukan secara penuh. Dalam artian mac address dari perangkat yang terkoneksi dibawah wireless client (PC end user) tidak terbaca pada sisi AP.

-Mode Station-Pseudobridge-Clone

 Mode Station-pseudobridge-clone ,sama dengan mode=station-pseudobridge dengan sedikit tambahan. Fitur tambahan yg ada pada mode=station-pseudobridge-clone adalah bisa melakukan cloning MAC Address. Umumnya pada sebuah link wireless, yg terbaca pada sisi AP adalah MAC-Address dari interface wireless client. Tetapi jika menggunakan station pseudobridge-clone, yg terbaca adalah MAC Address dari perangkat yg terhubung ke Station (end-user). Secara default,yg terbaca adalah MAC-Address pada frame header yang pertama diteruskan, bisa diubah pada “station-bridge-clone-mac”. Kedua mode station tersebut compatible dengan perangkat akses point Mikrotik maupun yang bukan Mikrotik. Selain mode AP dan Client wireless yang kita bahas sebelumnya, ada juga mode wireless Mikrotik yang berfungsi khusus, seperti mode selanjutnya ini :

-Mode WDS Slave

 Mode ini memfungsikan wireless kita sebagai repeater. Wireless bisa berfungsi sebagai station dari AP yang lain sekaligus berfungsi sebagai akses point untuk perangkat wireless lainnya. Mode WDS Slave juga bisa digunakan untuk membangun bridge maupun routing network.

-Mode Nstreme-Dual Slave

 Mode wireless yang digunakan untuk mengaktifkan wireless full duplex. Mode ini merupakan wireless proprietary Mikrotik yg bisa menjadikan link wireless anda menjadi full duplex. Mode ini membutuhkan 2 wireless card dan 2 antenna pada masing-masing wireless router Mikrotik.



4. Konfigurasi dan pengujian mode AP-Bridge pada Mikrotik.

Alat/Bahan:
a. RouterBoard Mikrotik 1 unit
b. Kabel UTP 1 unit
c. Smarphone 1 unit

1. Ubah Hostname sesuai nama lengkap dan jangan disingkat



2. Dapatkan IP dari sumber internet


3. Konfigurasi DNS server




4. Konfigurasi NAT



5. Konfigurasi Wireless Interface
    Mode: AP Bridge
    Band: 2GHz/B/G/N
    SSID : AP-NAMA-LENGKAP



6. Konfigurasi IP Wireless Interface


7. Aktifkan DHCP Server pada Wireless Interface


8. Hubungkan AP dengan Smartphone lalu periksa apakah IP sudah diberikan pada DHCP leases





5. Konfigurasi dan pengujian mode Station-Bridge pada mikrotik.

Alat/Bahan:
a. RouterBoard Mikrotik 2 unit
b. Kabel UTP 1 unit
c. Komputer 1 unit

1. Konfigurasi Hostname menggunakan nama lengkap



2. Dapatkan IP dari ISP



3. Konfigurasi DNS Server


4. Konfigurasi NAT



5. Konfigurasi Wireless Interface
    Mode : ap-bridge
    Band : 2GHz B/G/N
    SSID : AP-NAMA-LENGKAP


6. Konfigurasi IP Address Wireless Interface


7. Aktifkan DHCP Server pada Wireless Interface


8. Konfigurasi hostname Router Ke-2


9. Scan AP yang sudah dibuat sebelumnya. Setelah itu pilih dengan klik Connect



10. Cek pada Wireless Interface sudah terisi secara otomatis jangan diisi manual


11. Dapatkan IP dari AP



12 Konfigurasi DNS Server


13. Konfigurasi NAT



14. Konfigurasi IP ether1 yang terhubung PC


15. Aktifkan DHCP Server ether1



16. Pastikan PC mendapatkan IP otomatis


15. Pastikan IP sudah diberikan ke PC


16. Uji menggunakan ping dan tracert


6. Konfigurasi dan pengujian mode station pada Mikrotik.

Alat/Bahan:
a. Smartphone 1 unit
b. RouterBoard 1 unit
c. Kabel UTP 1 unit
d. Smartphone 1 unit

1. Konfigurasi AP pada HP terlebih dahulu
2. Setelah itu Konfigurasi Hostname sesuai nama lengkap


3. Scan AP dari Smartphone lalu pilih connect


4. Dapatkan IP dari AP


5. Konfigurasi DNS Server


6. Konfigurasi NAT


7. Konfigurasi IP ether 1


8. Aktifkan DHCP Server Ether1


9. Pastikan PC mendapatkan IP otomatis


10. Pastikan IP sudah diberikan ke PC


11. Uji koneksi menggunakan ping dan tracert


Daftar pustaka

[1] Jordy Prayoga. pengertian dan jenis-jenis jaringan nirkabel. https://gudangssl.id/blog/jaringan-nirkabel-adalah/ diakses pada 31 Agustus 2023 pukul 17.10 WIB.

[2] Candra Aditama mode-mode wireles mikrotik https://candraaditama.wordpress.com/2013/06/03/pemilihan-mode-wireless-di-mikrotik/ diakses pada 31 Agustus 2023 pukul 17.10

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Konfigurasi (3)Vlan Menggunakan Mikrotik

MANAJEMEN USER DAN BANDWITH DENGAN HOSTPOT MIKROTIK

IMPLEMENTASI VLAN DI MIKROTIK